TIMES KALSEL, MAJALENGKA – Langkah awal pembangunan Sarana Olahraga Baribis (SOR Baribis) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, resmi dimulai.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Bupati Majalengka H. Eman Suherman melakukan survei lapangan ke lokasi rencana pembangunan stadion olahraga di kawasan Baribis, Kecamatan Cigasong, sebagai bagian dari proses perencanaan strategis infrastruktur olahraga daerah.
Perwakilan Kementerian PU dari Direktorat Jenderal Prasarana Strategis hadir langsung untuk melakukan diskusi dan audiensi awal dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Kamis (5/2/2026). Kunjungan ini menjadi titik krusial dalam menilai kesiapan daerah, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Direktorat Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga, dan Sosial Budaya Kementerian PU, Feriko, menjelaskan bahwa pihaknya ditugaskan pimpinan untuk menindaklanjuti usulan resmi Pemkab Majalengka terkait pembangunan SOR Baribis.
"Kami dari Kementerian PU ditugaskan untuk berdiskusi dan beraudiensi dengan Pak Bupati Majalengka terkait usulan pembangunan stadion atau Sarana Olahraga Baribis. Ini diskusi awal untuk melihat kondisi lapangan dan dukungan dari pemerintah daerah," ujar Feriko kepada TIMES Indonesia.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur strategis seperti stadion olahraga tidak bisa berjalan sepihak. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar proyek dapat terealisasi secara matang dan berkelanjutan.
"Pekerjaan ini harus dilakukan bersama-sama. Tidak bisa hanya dari Kementerian PU, tapi harus didukung penuh oleh Pemda," tegasnya.
SOR Baribis direncanakan berlokasi di Kecamatan Cigasong dan akan menjadi bagian dari grand design pengembangan sarana olahraga Kabupaten Majalengka.
Namun demikian, Feriko menyampaikan bahwa tahapan saat ini masih fokus pada pemenuhan readiness criteria, atau kriteria kesiapan, sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik.
"Readiness criteria ini ada dua, teknis dan non-teknis. Non-teknis tentu membutuhkan dukungan penuh dari Pemda, sementara teknis terkait dengan perencanaan desain," jelasnya.
Desain awal stadion yang disusun pada tahun 2021 akan direview secara menyeluruh. Penyesuaian dilakukan untuk memastikan desain masih relevan dengan kondisi lapangan, kebutuhan daerah, serta kapasitas stadion yang ideal bagi Kabupaten Majalengka.
"Kapasitas stadion sangat berpengaruh terhadap biaya pembangunan dan juga biaya operasional serta pemeliharaan ke depan. Karena itu kami ingin desain yang efektif dan sesuai kelas stadion Majalengka,” kata Feriko.
Ia menambahkan, stadion yang direncanakan akan mengacu pada standar dan regulasi resmi, termasuk pedoman PSSI dan FIFA Guidebook, mulai dari ukuran lapangan, desain tribun, jalur evakuasi, hingga akses keluar-masuk kawasan stadion.
Terkait luasan, Feriko menyebut bahwa luas minimum stadion diperkirakan sekitar 5.000 meter persegi, belum termasuk kawasan pendukung seperti area parkir, perimeter luar, dan akses infrastruktur lainnya. Luasan kawasan secara keseluruhan akan ditentukan setelah desain final disepakati.
"Ini masih tahap awal. Target kami, proses perencanaan bisa diselesaikan terlebih dahulu, paling tidak pada tahun 2026, baru setelah itu masuk ke tahapan fisik," ujarnya.
Selain aspek teknis, Kementerian PU juga menekankan pentingnya rencana bisnis stadion. Menurut Feriko, stadion modern harus mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa membebani APBD.
"Pemda perlu menyiapkan business plan. Stadion tidak hanya digunakan untuk pertandingan, tapi juga bisa disewakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan non-olahraga agar operasional dan pemeliharaannya berkelanjutan," jelasnya.
Pengelolaan stadion nantinya dapat dilakukan oleh UPTD di bawah dinas terkait atau bekerja sama dengan pihak profesional, sesuai dengan ketentuan dan surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Harapannya, SOR Baribis tidak hanya menjadi pusat olahraga bagi masyarakat dan klub lokal, tetapi juga menjadi rumah bagi tim sepak bola Majalengka, mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan prestasi olahraga, sekaligus memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Yang paling utama tentu prestasi. Tapi kalau bisa stadion ini tidak membebani, malah memberi PAD tambahan, itu akan jauh lebih baik," pungkas Feriko.
Kementerian PU sendiri menegaskan fokusnya pada pembangunan gedung stadion beserta infrastruktur pendukung utama seperti drainase dan akses jalan. Sementara pengembangan kawasan sekitar akan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Pembangunan SOR Baribis kini memasuki babak awal, sebuah ikhtiar besar menuju masa depan olahraga Majalengka yang 'Langkung SAE' dan lebih modern, terencana, serta berdaya saing. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Kementerian PU dan Bupati Majalengka Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan SOR Baribis
| Pewarta | : Jaja Sumarja |
| Editor | : Ronny Wicaksono |